Peringatan Isra’ Mi’raj SMA Negeri 3 Subang Provinsi Jawa Barat

12 Januari – Upacara Pertama di Semester II
Januari 12, 2026

Peringatan Isra’ Mi’raj SMA Negeri 3 Subang Provinsi Jawa Barat

Peringatan Isra’ Mi’raj di SMA Negeri 3 Subang: Momen Upgrade Iman di Tengah Kesibukan Sekolah

Kamis pagi yang biasanya terasa seperti hari sekolah pada umumnya, kali ini punya nuansa yang sedikit berbeda di SMA Negeri 3 Subang. Pada tanggal 15 Januari 2025, seluruh warga sekolah berkumpul untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar acara seremonial, kegiatan ini jadi momen penting untuk “recharge” sisi spiritual di tengah padatnya aktivitas belajar.

Bertempat di Kampus SMA Negeri 3 Subang, acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Dari pagi, suasana sudah terasa lebih tenang dan khusyuk. Siswa-siswi datang dengan pakaian rapi, wajah yang lebih kalem dari biasanya, dan tentunya dengan niat untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta terjemahannya oleh salah satu siswa. Lantunan ayat yang merdu langsung bikin suasana jadi adem. Bahkan yang biasanya ramai ngobrol pun mendadak fokus. Momen ini jadi semacam “reset button” buat semua yang hadir, mengingatkan kembali bahwa di tengah kesibukan dunia, kita tetap butuh waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah Hj. Rika Rachmita, S.Pd,. M.MPd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang cukup relate dengan kehidupan siswa zaman sekarang.

Beliau menekankan bahwa Isra’ Mi’raj bukan cuma cerita sejarah yang diperingati setiap tahun, tapi punya makna yang dalam untuk kehidupan sehari-hari. Di tengah tuntutan akademik, tugas yang menumpuk, dan berbagai aktivitas lainnya, siswa tetap perlu menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesehatan spiritual.

“Jangan sampai pintar secara akademik, tapi kosong secara spiritual,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan. Karena pada akhirnya, kesuksesan itu nggak cuma diukur dari nilai rapor, tapi juga dari sikap, akhlak, dan cara kita menjalani hidup.

Sambutan tersebut terasa cukup “nendang”, karena memang realitanya banyak siswa yang fokus ke nilai, ranking, dan target akademik, tapi kadang lupa untuk memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan dengan Allah. Padahal, dua hal ini seharusnya berjalan seimbang.

Setelah sambutan, suasana berubah jadi lebih santai dengan penampilan dari grup nasyid IRMA SMAN 3 Subang. Penampilan mereka sukses mencairkan suasana tanpa menghilangkan nuansa religius. Lagu-lagu yang dibawakan terasa ringan, easy listening, tapi tetap penuh makna.

Banyak siswa yang ikut terbawa suasana, ada yang mengangguk-angguk mengikuti irama, bahkan ada yang ikut bersenandung pelan. Momen ini jadi bukti bahwa dakwah juga bisa disampaikan dengan cara yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda.

Masuk ke acara inti, yaitu Sholawat Nabi oleh Ustad Lukmanul Hakim, S.Pd dan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Kusnadi, S.Pd. Nah, ini bagian yang paling ditunggu-tunggu. Dengan gaya penyampaian yang santai tapi tetap berbobot, beliau berhasil menarik perhatian seluruh peserta.

Beliau membahas peristiwa Isra’ Mi’raj dengan cara yang nggak kaku. Dijelaskan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW bukan hanya mukjizat luar biasa, tapi juga mengandung banyak pelajaran penting untuk kehidupan kita sekarang.

Salah satu poin yang ditekankan adalah tentang pentingnya shalat. Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, shalat menjadi perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Artinya, shalat itu bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk komunikasi langsung antara manusia dengan Tuhannya.

Ustad Kusnadi juga mengajak siswa untuk lebih serius dalam menjaga shalat, bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Karena dari shalat yang baik, akan lahir perilaku yang baik juga. Ini relate banget dengan kehidupan sehari-hari di sekolah.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Mulai dari pengaruh media sosial, pergaulan, hingga tekanan untuk selalu terlihat “sempurna”.

Di sinilah pentingnya memiliki pegangan yang kuat, yaitu iman dan takwa. Tanpa itu, seseorang bisa dengan mudah kehilangan arah. Ceramah ini nggak cuma jadi bahan renungan, tapi juga jadi motivasi untuk memperbaiki diri.

Yang menarik, sesi ceramah ini juga dibuat interaktif. Ada sesi tanya jawab yang melibatkan siswa dan guru. Beberapa siswa terlihat antusias bertanya, mulai dari hal-hal yang sederhana sampai pertanyaan yang cukup mendalam.

Interaksi ini membuat suasana jadi lebih hidup. Nggak ada kesan bosan atau mengantuk seperti yang kadang terjadi saat ceramah panjang. Justru sebaliknya, banyak yang merasa waktu berjalan cepat karena pembahasannya menarik.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan tertib. Dari awal sampai akhir, semua peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah sudah mulai tumbuh dengan baik.

Di akhir acara, seluruh peserta diajak untuk berdoa bersama. Momen ini terasa sangat khidmat. Semua menundukkan kepala, memanjatkan harapan dan doa terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun untuk sekolah.

Doa bersama ini menjadi penutup yang sempurna. Setelah mendapatkan ilmu, motivasi, dan refleksi, kini saatnya menyerahkan segala harapan kepada Allah SWT.

Peringatan Isra’ Mi’raj di SMA Negeri 3 Subang ini bukan hanya sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk memperkuat kembali nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh siswa bisa membawa perubahan positif dalam diri masing-masing. Mulai dari hal kecil seperti lebih disiplin dalam shalat, lebih sopan dalam bersikap, hingga lebih bertanggung jawab dalam menjalani kewajiban sebagai pelajar.

Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mencari ilmu, tapi juga tempat untuk membentuk karakter. Dan kegiatan seperti ini punya peran penting dalam proses tersebut.

Semoga semangat Isra’ Mi’raj terus hidup dalam diri kita semua, dan menjadi pengingat untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights