In Depth Learning AI Class ASEAN: Membangun Paradigma Baru dalam Belajar di SMAN 3 Subang
Dalam upaya menjawab tantangan pendidikan di era digital, SMAN 3 Subang menghadirkan kegiatan In Depth Learning AI Class ASEAN: Building a New Paradigm in Learning, Thinking, and Creating. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Rizki Ayu Febriana sebagai Master Trainer AI Ready ASEAN, Suhendar, S.STP., M.H selaku Kepala UPTD TIKOMDIK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta H. Jajaka Rochmat Sujatna, S.Pd., M.M selaku Kepala SMAN 3 Subang. Kehadiran para pemateri ini memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam dunia pendidikan.
Dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026 pukul 10.00 hingga 11.30 WIB melalui platform Google Meet, kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa SMAN 3 Subang dengan penuh antusias. Format daring memungkinkan partisipasi yang lebih luas sekaligus menunjukkan adaptasi sekolah terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih mengenal konsep dasar kecerdasan buatan serta bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara bijak dalam kegiatan belajar mengajar. AI tidak hanya dipahami sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi, serta kualitas pembelajaran.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah mengalami perubahan signifikan. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, serta membantu siswa dalam mengeksplorasi pengetahuan secara lebih luas dan mendalam.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang membuka wawasan baru bagi peserta. Guru dan siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk memahami peluang dan tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap dalam menghadapi masa depan yang semakin berbasis digital.




