SMAN3 SUBANG | SEKOLAH MODEL PENUMBUHAN BUDI PEKERTI

IHT – Pendampingan Implemantasi Kurikulum 2013
November 6, 2015
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H
Januari 25, 2016

SMAN3 SUBANG | SEKOLAH MODEL PENUMBUHAN BUDI PEKERTI

Belum lama ini Pemerintah mengeluarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) sebagai jawaban atas perlunya penguatan pendidikan karakter bagi Bangsa Indonesia melalui dunia pendidikan.

Pesan penting dari  program PBP yang harus diperhatikan para pendidik dalam melayani anak bangsa diantaranya adalah pentingnya kegiatan gerakan penumbuhan budi pekerti melalui pembiasaan. Mengingat manusia adalah makhluk kebiasaan maka proses pembiasaan hal-hal baik menjadi tak dapat ditawar. Perlunya rutinitas yang menumbuhkembangkan nilai nilai moral, spiritual, kebangsaan, kebhinnekaan, interaksi positif antara peserta didik dengan guru dan orangtua, antar peserta didik (peer learning), merawat diri dan lingkunagan, mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh serta pelibatan orangtua dan masyarakat di sekolah.

budipekerti

Penumbuhan Budi Pekerti

Anies R. Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia

Disampaikan pada rapat koordinasi dengan
Kepala Dinas Pendidikan Propinsi se-Indonesia
Jumat, 10 Juli 2015

Lingkungan pendidikan sebagai taman

  1. Intra Kurikuler
  2. Ekstra Kurikuler
  3. Non Kurikuler

Penumbuhan Budi Pekerti
Pelaksanaan serangkaian kegiatan non kurikuler di sekolah yang bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.

Nilai-nilai Mendasar

Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Menghayati hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan diwujudkan dengan sikap moral keseharian untuk menghormati sesama makhluk hidup dan alam sekitar.

Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual

Guru dan peserta didik berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing-masing, sebelum dan sesudah hari pembelajaran, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian di bawah bimbingan guru.
Kegiatan wajib

  • Guru dan peserta didik berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing-masing, sebelum dan sesudah hari pembelajaran, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian di bawah bimbingan guru.

Contoh-contoh pembiasaan baik

  • Membiasakan untuk menunaikan ibadah bersama sesuai agama dan kepercayaannya baik dilakukan di sekolah maupun bersama masyarakat.
  • Membiasakan perayaan Hari Besar Keagamaan dengan kegiatan yang sederhana dan hikmat.
  • Membiasakan siswa menginisiasi dan melakukan kegiatan sosial.

SMAN 3 Subang sebagai sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah model Penumbuhan Budi Pekerti kemudian segera menindaklanjuti amanat yang tertuang dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tersebut kemudian melakukan Analisis SWOT untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada di internal sekolah.

Melalui Rapat dinas tanggal 9 Januari Tahun 2016 kemarin, ditentukanlah Standar Operating Procedure (SOP) dan Standar Pencapaian sebagai tolak ukur keberhasilan program kerja.

[huge_it_slider id=”4″]

DOWNLOAD SOP

Gerakan PBP menghendaki pelibatan semua pihak dalam menumbuhkan karakter peserta didik. Para guru, peserta didik, tenaga kependidikan,  orangtua/wali,  komite sekolah, alumni serta berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Ini menjelaskan bahwa mendidik karakter harus menjadi tanggung jawab bersama. Peserta didik akan membentuk karakter dan budi pekertinya melalui interelasi dengan semua pihak yang dapat dijumpainya.

Pada masa depan peserta didik akan hidup dengan lingkungan masyarakat yang beragam dan multi karakter. Terutama  satuan pendidikan dan para guru menjadi tempat  serta aktor utama dalam menggerakan dan menumbuhkan pendidikan karakter sehingga setiap peserta didik diharapkan memiliki budi pekerti yang baik dan unggul.

Dalam Permendikbud ini “diwajibkan” bagi para guru dan tenaga kependidikan  untuk konsisten melaksanakan gerakan penumbuhan budi pekerti sejak peserta didik masuk  satuan pendidikan sampai mereka lulus.  Selanjutnya para guru dan  tenaga kependidikan  harus datang lebih awal untuk menyambut kedatangan  peserta didik sesuai dengan tata nilai yang berlaku, serta para orangtua diharapkan konsisten bercengkrama dengan anaknya minimal 20 menit setiap malam untuk merefleksi hasil belajarnya di satuan pendidikan. Terutama para guru dan orangtua mari untuk  bersinergi, bergerak bersama secara konsisten dalam melayani generasi calon penghuni masa depan.

Semoga dengan adanya program Penumbuhan Budi Pekerti di Lingkungan sekolah SMA Negeri 3 Subang ini dapat membawa manfaat bagi seluruh civitas akademika SMAN 3 Subang dan seluruh masyarakat Indonesia.

2 Comments

  1. dewi MukenaBali berkata:

    semangat dan sukses untuk sekolah ini… 🙂

  2. dewi MukenaBali berkata:

    semoga sekolah ini mampu melahirkan generasi unggulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *